Slider[Style1]

GORONTALO - Pertumbuhan ekonomi awal tahun yang cenderung stagnan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah Provinsi Gorontalo. Dapat dilihat 80 persen geliat ekonomi masih distimulus oleh belanja pemerintah lewat kucuran dana proyek fisik dan non fisik. Untuk mengakhiri kondisi ini dibutuhkan terobosan baru dalam menggeliatkan ekonomi kerakyatan melalui pembrdayaan infrastruktur ekonomi.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Ilham Kuntono mengatakan bahwa gagasan pemerintah menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu program unggulan patut didukung agar Gorontalo bisa mengejar ketertinggalan pembangunan dengan daerah-daerah lain yang sudah lebih maju."Disebut cerdas karena ekonomi kerakyatan telah terbukti ampuh dalam menahan badai krisis ekonomi dan bisa memberikan dampak dalam skala yang lebih luas dalam menggeliatkan ekonomi daerah," jelas anggota Badan Anggaran tersebut. Namun menurut Ilham, program SKPD belum berkesinambungan dalam mengimplementasikan program ekonomi kerakyatan, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap pemenuhan tingkat kesejahteraan rakyat. "Program belum optimal dalam menangani masalah, misal program pasca panen atas komoditas pertanian, yang berakibat tidak adanya jaminan stabilitas harga bagi petani." tutur Ilham secara lugas.

Olehnya, Ilham memberikan alternatif solusi dengan menerapkan Sistem Resi Gudang (SRG). Untuk itu, pemerintah harus menggandeng kalangan perbankan untuk mendukung permodalan dalam SRG. "Pemda bisa mengajak kerjasama dengan perbankan seperti Bank Sulut, BRI dan Mandiri. Pemda punya kekuatan untuk meminta keterlibatan mereka, karena selama ini pemda punya kontribusi terhadap ketiga bank tersebut,"tutup Ilham mengakhir penjelasannya. (Joel)

About Unknown

www.pksgorontalo.com adalah situs resmi Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Gorontalo. Web ini sebagai pusat informasi perkembangan dakwah kami sekaligus media pemersatu harapan rakyat Gorontalo. Kami akan terus bekerja dan melayani tak kenal hari dan momen demokrasi
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top