Slider[Style1]

Irwan Mamesah : Jembatan Molintogupo Memprihatinkan

BOTU - (30/2) Kondisi beberapa jembatan di daerah semakin memprihatinkan, misalnya saja Jembatan Molintogupo yang berada di Suwawa Tengah Kaupaten Bone Bolango. Hal ini menuai perhatian para legislator di DPRD Provinsi Gorontalo yang berasal dari Dapil Bone Bolango Irwan Mamesah. Mengingat kondisi jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan yang bisa mengancam keselamatan bila melintasinya. Irwan menyampaikan bahwa perbaikan terhadap jembatan itu yang utama pada bagian landasan jembatan, karena beberapa bagian sudah rusak.

"Jembatan tersebut masih kokoh karena rangkanya dari besi dan dilengkapi portal sehingga kenderaan yang berdaya muat besar tidak bisa melewatinya," ujar Irwan usai mengunjungi jembatan tersebut pada Rabu (29/4) kemarin. Menurutnya pemerintah Bone Bolango sudah menganggarkan biaya sekitar 140 Juta untuk perbaikan jembatan tersebut dan itu sudah lebih dari cukup untuk memperbaiki landasannya. Hanya kedepan perlu dipikirkan untuk membuatnya permanen, mengingat jembatan ini menunjang aktivitas warga dan laju roda ekonomi di daerah Suwawa Tengah.

Irwan pun akan menjajaki peluang anggaran yang bisa mengantarkan Jembatan Molintogupu di bangun secara permanen, sehingga dapat bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama. 

Sumber : www.gorontalopost.com

Helmi Adam Nento : Pelebaran Sungai Bolango Munculkan Masalah Baru

BOTU – (29/4) Proyek pelebaran sungai Bolango di Kelurahan Siendeng Kecamatan kota selatan, kota Gorontalo, memunculkan masalah baru.  Warga yang rumahnya dibongkar , kini kesulitan untuk membangun rumah baru karena biaya  ganti rugi yang diberikan pemerintah daerah untuk proyek yang dibiayaai oleh APBN tersebut tidak sebanding dengan harga tanah maupun biaya pembangunan rumah baru. Hal ini diungkapkan warga saat anggota DPRD Provinsi Dapil kota Gorontalo Helmi Adam Nento saat melakukan tatap muka dengan warga Siendeng pada kegiatan reses.

Ditemui usai pelaksanaan reses, Helmi mengatakan bahwa masyarakat pada prinsipnya tidak mempermasalahkan pelaksanaan proyek tersebut, karena dapat menanggulangi masalah banjir di Kota Gorontalo. "Warga hanya inginkan kebijaksanaan pemerintah agar mereka bisa mendapatkan hunian yang memadai seperti semula. Mereka bisa membeli tanah dan membangun rumah,"ungkap Helmi.

Sebelumnya para warga yang digusur dari area pelebaran Sungai Bolango telah mendapatkan ganti rugi dari pemerintah Provinsi Gorontalo, namun ganti rugi tersebut tidak memadai untuk mendapatkan hunian mereka sebagai tempat tinggal. Helmi pun bertekad masalah ini akan menjadi catatan utamanya dalam reses kali ini. "Setelah agenda reses nanti, saya dan teman-teman anggota DPRD akan merumuskan berbagai aspirasi ini, dan tentunya kami akan sampaikan kepada pemerintah Provinsi Gorontalo," ujar Helmi yang juga Ketua Fraksi PKS di DPRD Provinsi Gorontalo. (Ais)

Sumber : www.gorontalopost.com

Eksis Selama 17 Tahun,PKS Didoakan Bupati Kabupaten Gorontalo

LIMBOTO - (26/4) Rangkaian perayaan Milad PKS 17 di Provinsi Gorontalo masih bergulir pekan ini. Dengan mengambil tajuk 17 Tahun Melayani Kabupaten Gorontalo, DPD PKS Kabupaten Gorontalo melaksanakan kegiatan Jalan Sehat yang diikuti oleh beberapa tokoh partai, tokoh masyarakat, masyarakat umum,kader dan simpatisan PKS, bahkan langsung dibuka oleh Bupati Kabupaten Gorontalo David Bobihu.

Kegiatan Jalan Sehat ini diramaikan pula dengan berbagai kuis dan door prize serta ajang silaturrahmi warga Kabupaten Gorontalo. Kegiatan yang dibuka oleh Bupati David Bobihu ini berlangsung  santai dan penuh kekeluargaan. Dalam sambutannya David mengatakan bahwa dirinya sangat senang ternyata PKS sudah 17 tahun eksis di Kabupaten Gorontalo.Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya perolehan suara di DPRD tingkat II maupun DPRD Provinsi. "Kader-kader PKS banyak yang turut aktif dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan. Diusia 17 tahun ini saya doakan PKS senantiasa konsisten terhadap perjuangannya. Apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan Pilkada di Kabupaten Gorontalo,"ujar David Bobihu dalam sambutan pelepasan peserta jalan sehat di Taman Menara Limboto.

Jalan sehat yang mengitari seputar Kecamatan Limboto ini diikuti penuh oleh para tokoh-tokoh masyarakat,pengurus DPW hingga tingkat DPRa se Kabupaten Gorontalo, dan masyarakat umum. Ketua DPD Kabupaten Gorontalo Safrudin Hanasi menyampaikan pihaknya sangat senang dengan peserta jalan sehat yang antusias dengan kegiatan ini. "Alhamdulillah,jalan sehat hari ini sekaligus membuktikan eksistensi kita selama 17 tahun," ucap Safrudin di sela-sela jalan sehat.

Kegiatan jalan sehat ditutup dengan makan bersama berbahan non beras dan pembagian doorprize oleh panitia. (Lee)

Helmi Adam Nento Turun Reses; Warga Rayakan Milad PKS Ke-17

KOTA TENGAH - (23/4) Hari ini 23 April 2015 hingga tanggal 29 nanti anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari PKS melaksanakan agenda reses dalam bentuk kunjungan ke daerah pemilihan masing-masing. Momen ini dimanfaatkan oleh Helmi Adam Nento salah satu aleg PKS dari dapil Kota Gorontalo untuk bisa bersilaturrahmi dan menyerap aspirasi masyarakat utamanya para konstituen di daerah pemilihannya.

Ini adalah masa reses ke-2 bagi Helmi Adam Nento yang juga Ketua DPW PKS Gorontalo. Reses kali ini Helmi melaksanakan di Kecamatan Kota Tengah, namun dari daftar hadir peserta reses, masyarakat dari kecamatan terdekat seperti Kecamatan Kota Utara dan Kecamatan Sipatanah juga turut hadir dalam pertemuan ini.

Kegiatan reses yang dilaksanakan di halaman Kantor DPD PKS Kota Gorontalo ini juga bertepatan dengan perayaan Milad PKS oleh warga binaan PKS di Kecamatan Kota Tengah. Berbagai keluhan dan masukan warga diupayakan dapat tersimak baik oleh Helmi. "Ini merupakan reses ke-2 kami di Kota Gorontalo. Olehnya, momen langka ini sebaiknya dapat dimanfaatkan dengan baik. Bila ada aspirasi maupun hal-hal yang bisa kami tindak lanjuti akan kami bawa ke DPRD,"ungkap Helmi dalam pengantar singkatnya.

Warga pun antusias menyampaikan aspirasinya, seperti Sinta yang berasal dari Kecamatan Kota Utara mengeluhkan penerangan jalan yang tidak memadai di  sekitar RS Aloe Saboe sehingga sering terjadi kecelakaan di tempat itu.

Karena masih rangkaian perayaan milad PKS, Helmi pun didaulat untuk menyerahkan berbagai macam hadiah maupun doorprize pada peserta yang hadir. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua DPD PKS Kota Gorontalo Iman Hadi Waluyo dan jajaran pengurus PKS Kota Gorontalo.

Ketua DPD PKS Kota Gorontalo menyampaikan bahwa meskipun di tingkat DPRD Kota PKS tidak terwakili, tapi PKS akan senantiasa berupaya berjuang dan melayani masyarakat. "Pak Helmi ini satu-satunya wakil kita dari Kota Gorontalo, walau beliau di DPRD Provinsi. Walau demikian, beliau berupaya agar konstituen PKS di seluruh Kota Gorontalo ini bisa terserap aspirasinya. Sehingganya, silaturrahmi dan komunikasi diantara kita, utamanya pihak struktur hingga tingkat kelurahan harus senantiasa kita jaga, " pesan Ketua DPD PKS Kota Gorontalo kepada hadirin peserta reses. (Ndra)

Milad 17 PKS, DPW Gorontalo Ucapkan Terima Kasih Kepada Media Lokal

KOTA GORONTALO (20/4) - Perayaan Milad PKS ke- 17 di Provinsi Gorontalo di awali dengan kunjungan DPW Partai Keadilan Sejahtera ke beberapa media lokal. Kunjungan yang dihadiri oleh pengurus DPW dan anggota legislatif DPRD Provinsi Gorontalo ini dimaksudkan untuk memberi apresiasi kepada media-media lokal yang turut berpartisipasi dalam syi`ar gerak PKS.

Kunjungan yang di pimpin langsung oleh Ketua DPW PKS Helmi Adam Nento tersebut mendapat sambutan hangat dari pimpinan redaksi media yang dikunjungi. Di Gorontalo Post, rombongan DPW Gorontalo di terima langsung oleh Direktur Gorontalo Post Mohamad Sirham bersama Jajaran Redaksi Gorontalo Post. Demikian pula di kantor media lainnya seperti Radar Gorontalo dan Radio Republik Indonesia.

"Milad ke-17 kali ini, sebagai wujud syukur kami sengaja mengunjungi kantor-kantor pemberitaan sebagai bentuk apresiasi kepada rekan-rekan pers yang juga telah membersamai PKS selama kurang lebih 17 tahun," demikian ungkap Helmi dalam pengantar kata di Kantor RRI yang disambut langsung oleh Kepala RRI Gorontalo Syafrani Razak.

Menurut Helmi, selain agenda kunjungan media, pihaknya juga akan menghadiri beberapa kegiatan perayaan milad PKS yang dilaksanakan oleh DPD-DPD PKS di Provinsi Gorontalo. "DPD-DPD PKS juga merayakan milad. Berbagai macam bentuknya, ada yang turun kerja bakti, olahraga, family gathering, jalan sehat dan lainnya. Momentum milad ini adalah sarana PKS untuk menyemangati sekaligus evaluasi terhadap kerja dan gerak PKS di Gorontalo," ungkap Helmi usai kunjungan pada Senin (20/4) kemarin. (Lee)



Note : Foto 1 : Silaturrahmi di Kantor Graha Pena Gorontalo Post
          Foto 2 : Ketua DPW menyerahkan ucapan terima kasih kepada Kepala RRI sekaligus buku-
                       buku karya kader PKS

Dialog dengan Mahasiswa Malaysia, Anis Matta Bicara Sejarah PKS dan Indonesia

JAKARTA (17/4) - Kemunculan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak bisa dilepaskan dari situasi politik dalam negeri dan internasional yang berlangsung pada awal tahun 1980-an hingga akhir rezim Orde Baru tahun 1998. PKS lahir dan memberi warna baru bagi politik Islam di Indonesia.
Hal itu dikatakan Presiden Anis Matta dalam dialog dengan sekitar 40 mahasiswa dari University of Malaya, Malaysia, di bilangan Kuningan, Jakarta, Kamis (16/4/2015) malam.
Anis mengatakan sejarah pergerakan dan politik Indonesia terpolarisasi pada tiga aliran ideologi utama, yaitu Islam, Nasionalisme, dan Sosialisme. Dialog dan dialektika ketiga ideologi utama ini menimbulkan gejolak sosial dan dinamika politik yang selalu hangat sejak kemunculan Budi Utomo, Sarekat Islam, Sumpah Pemuda, hingga lahirnya Indonesia sebagai negara dan berkembang sampai saat ini.
Menurut Anis Matta, kelahiran PKS merupakan salah satu bagian dari dinamika pertarungan di antara ketiga ideologi utama ini.
"Kemudian tahun 1979 ada Revolusi Iran. Revolusi ini menjadi inspirasi bagi kami di sini. Setelah itu tahun 1980-an Tembok Berlin runtuh. Dan tahun 1990 Uni Sovyet juga runtuh. Situasi-situasi internasional ini berdampak pada politik dalam negeri, yang secara tidak langsung mendorong gerakan tarbiyah di kampus-kampus tahun 1980-an," kata Anis.
Anis juga menjelaskan salah satu problem utama gerakan dan partai politik Islam di berbagai negara adalah kesulitan dalam mengintegrasikan antara Islam sebagai ideologi dan nilai, dengan keinginan masyarakat atas kebutuhan hidup mereka.
"Saya kira ini juga yang berlaku di partai Islam di Malaysia. Keberhasilan partainya Erdogan di Turki, karena sudah berpengalaman naik-turun sejak tahun 1962, dan mereka tahu mengintegrasikan antara bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat dengan nilai-nilai Islam," ucapnya.
Salah seorang mahasiswa juga bertanya bagaimana penerimaan masyarakat Indonesia yang non-muslim terhadap PKS yang berbasis ideologi Islam.
"Di wilayah Indonesia Timur, ada pengurus PKS yang berasal dari kalangan Kristen. Ada pendeta yang menjadi pimpinan di PKS di Papua, karena 90 persen di sana Kristen," jawab Anis.
Dialog yang berlangsung selama dua jam tersebut ditutup dengan saling tukar cinderamata. Selain berkunjung ke PKS, para mahasiswa tersebut berencana melakukan kunjungan muhibah ke sejumlah kampus di Jakarta untuk berdialog tentang gerakan mahasiswa.

Anis Matta : Solusi Damai di Palestina PR bagi Negara-Negara Asia Afrika

JAKARTA (16/4) – Peringatan konferensi Asia Afrika di Bandung pada 24 April 2015 nanti menjadi momentum refleksi bagi seluruh Negara Asia Afrika bahwa semangat awal peristiwa bersejarah ini ialah keinginan memperjuangkan kemerdekaan dan menghilangkan segala bentuk penjajahan di atas muka bumi.
Hal tersebut disampaikan Presiden PKS Anis Matta melalui akun twitter nya @anismatta, Kamis (14/6).
"Konferensi Asia Afrika bukan sekedar regionalisme karena jarak antar negara yang begitu jauh. Ini adalah kesadaran atas nasib yang sama dan solidaritas" tulisnya.
Lebih jauh Anis Matta menyampaikan bahwa sudah waktunya Konferensi Asia Afrika membangun kesadaran baru tentang solidaritas bagi negara-negara yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya.
"Termasuk mencari solusi damai untuk Palestina, ini PR bagi Negara-Negara dikawasan Asia Afrika" pungkasnya sambil menegaskan bahwa perdamaian di Palestina akan menjadi sumber perdamaian dunia.
Seperti yang kita ketahui, Palestina sudah berada di bawah jajahan Israel sejak tahun 1948 dan hingga kini masih terus berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Sudah menjadi kewajiban bangsa-bangsa di Asia dan Afrika yang dulunya disatukan oleh semangat melawan penjajahan untuk mendukung segala upaya Negara Palestina dalam meraih kemerdekaannya.
Keterangan Foto:
Presiden PKS Anis Matta (kanan) dalam acara Nonton Bareng Film Guru Bangsa Tjokroaminoto Bersama Fraksi PKS DPR RI di Cinema XXI, Plaza Senayan Jakarta, Kamis (16/04/2015).

Pelajaran Penting dari Cokroaminoto Menurut Anis Matta

JAKARTA (16/4) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto memiliki dua peran besar dalam sejarah Indonesia. Pertama, kata Anis yaitu sebagai guru bangsa.
"Beliaulah yang menyatukan antara ide nasionalisme dan keislaman. Bahkan sebelum Indonesia lahir sebagai sebuah bangsa, dan ide tentang kebangsaan digarap oleh beliau," kata Anis sesaat sebelum nonton bareng film Guru Bangsa Cokroaminoto, di Plaza Senayan, Jakarta (16/4).
Anis melanjutkan, Cokroaminoto menjadi guru bangsa karena di rumahnyalah lahir para pemimpin bangsa.
"Beliau sebagai guru bangsa karena semua pemimpin bangsa yang sesudahnya itu lahir dari rumah beliau," ujar Anis.
Kedua, lanjut Anis, peran terbesar Cokroaminoto adalah mengkonsolidasikan elit baru Indonesia.
"Seperti yang kita tahu sejarah di Indonesia, elit-elit baru Indonesia itu biasanya datang dari kaum terpelajar. Biasanya juga dibayang-bayangi oleh para pedagang pribumi. Nah elit-elit baru Indonesia yang muncul dari dunia pendidikan ini kemudian dikonsolidasi oleh Pak Cokroaminoto dalam satu ide tentang Indonesia, sebuah bangsa baru, sebuah negara baru," papar Anis.
Menurutnya, bahwa semua hal-hal besar yang dilakukan sebagai bangsa terjadi pada saat elit-elit Indonesia sedang terkonsolidasi dengan baik.
"Sewaktu elit terkonsolidasi dengan baik pada zaman Pak Cokroaminoto, lahirlah pemimpin-pemimpin baru yang kemudian membawa Indonesia merdeka. Sementara, waktu kaum elit terkonsolidasi pada era Soekarno, kita berhasil mempertahankan kemerdekaan kita. Sewaktu kaum elit terkonsolidasi pada zaman orde baru, lahir sebuah negara moderen yang kuat," tutur Anis.
Maka yang perlu dipelajari dari film Guru Bangsa Cokroaminoto, kata Anis, adalah 16 tahun berjalannya demokrasi justru elit-elit Indonesia terfragmentasi sangat luas.
"Para elit terpecah-pecah sangat luas. Karena itu, siapapun yang memimpin, menjadi tantangan pertamanya adalah menyatukan para elit-elit Indonesia, mengkonsolidasi para elit Indonesia, saya kira itu pelajaran yang sangat penting," pungkas Anis.

DPRD Minta Dikbudpora Provinsi Seriusi 5.436 Guru Yang Belum Sarjana

BOTU - (14/4) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan pada tahun 2016 semua Guru minimal harus sarjana strata satu (S1). Fakta di Provinsi Gorontalo saat ini masih ada 5.436 guru yang belum memenuhi kriteriĆ  tersebut. Hal ini diingatkan oleh aleg Komis IV Yasin Usman Dilo usai memantau pelaksanaan UNAS  disejumlah sekolah di Kabupaten Gorontalo, Senin 13/4/2015 kemarin.

"Dalam UU dijelaskan bila kriteria tersebut tidak terpenuhi maka bisa berujung pada penutupan sekolah. Di Gorontalo bukan jumlah ratusan,tapi 5.436 guru yang belum sarjana,"Yasin mengungkap kekhawatirannya. Terlebih untuk sekolah-sekolah dipinggiran daerah atau daerah terpencil umumnya hanya mengandalkan guru bantu yang lulusan SMU.

Aleg PKS dari dapil Kabupaten Gorontalo ini meminta kondisi ini harus diantisipasi dengan serius. Pihak DPRD dalam hal ini Komisi IV juga berencana akan menemui Kemendikbud serta pihak terkait untuk mengurai dan mencari solusi terbaik terhadap masalah ini. "Kami berharap ada kelonggaran waktu untuk daerah Gorontalo atau alternatif lain. Dan kami akan berupaya pemerintah pusat bisa membantu alokasi beasiswa bagi guru yang belum sarjana,karena kalau hanya berharap dari APBD akan lambat proses percepatan guru jadi sarjana,"ujar Yasin. (Ais)

Antusiasme Tinggi,Masa Tenggat Lomba Menulis FPKS di Perpanjang

Jakarta (13/4) - Tingginya antusiasme masyarakat dalam merespon Lomba Penulisan Kebangsaan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, membuat panitia memperpanjang masa tenggat waktu pengiriman naskah. Dari jadwal awal yang ditetapkan pada 21 April 2015, menjadi 30 April 2015.

"Kami merasa perlu memberikan penambahan waktu terakhir penyerahan naskah, karena melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Bahkan, ada warga negara Indonesia yang kuliah di luar negeri juga ikut lomba penulisan ini," kata Ketua Panitia Lomba Penulisan Kebangsaan Fraksi PKS DPR RI, Abdul Hakim, di Jakarta, Senin (13/4/2015).

Penyebaran informasi, lanjut Abdul Hakim, yang tersebar dari para kader PKS membuat animo masyarakat merangkak secara pasti. "Penyebaran informasi yang dilakukan kader PKS di seluruh Indonesia, sehingga antisipasi bagi mereka yang baru mau menulis maka kami perpanjang masa tengat penyerahan naskah," ujarnya.

Pengumuman pemenang, lanjut Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini, akan diumumkan pada 10 Mei 2015. "Penyerahan hadiah akan kita selenggarakan mendekati dengan momentum Hari Kabangkitan Nasional yang memang sesuai dengan tema dari lomba penulisan ini," pungkas politisi PKS yang digadang-gadang sebagai calon Walikota Metro, Lampung ini.

Diketahui, Lomba Penulisan Fraksi PKS DPR RI diselenggarakan dalam rangka memperingati Milad (ulang tahun) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ke-17.Bagi masyarakat yang ingin mengikuti lomba penulisan ini, dapat melihat di website resmi Fraksi PKS DPR RI di http://fraksidpr.pks.id. Sementara, hasil karya tulis dapat dikirim ke alamat email [email protected]

*humas fpks

PKS: Pangkas Tunjangan Pejabat untuk Angkat Tenaga Honorer


Jakarta (8/4) - Komisi II DPR RI menggelar Rapat Kerja dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan agenda penyampaian progress report kebijakan penyelesaian tenaga honorer (K2). Anggota Komisi II DPR RI Jazuli Juwaini, dalam kesempatan itu menyatakan dukungannya atas pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurutnya, para honorer ini adalah putra putri bangsa yang mengabdi dengan tulus dan ikhlas. Oleh karena itu, sangat layak diberikan penghargaan dengan cara menyelesaikan secara serius pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS tanpa kecuali.

Jazuli melihat keberatan dari pemerintah antara lain menyangkut soal anggaran. "Jika itu masalahnya, kita perlu mengundang Menteri Keuangan dan Bappenas dalam Rapat Gabungan dan ambil keputusan politik untuk alokasikan anggaran guna mengangkat honorer seluruh Indonesia, khususnya honorer K2," kata Jazuli.

Politisi asal Banten ini menyayangkan jika masalah pengangkatan tenaga honorer ini terus berlarut. "Ironis rasanya untuk mengangkat mereka tidak selesai dan berlarut sampai sekarang, sampai mereka harus demo berulang kali," ujar Jazuli.

Ketua Fraksi PKS ini membandingkan dengan kebijakan uang muka mobil dinas untuk pejabat negara, mobil dinas menteri, tunjangan pejabat eselon pemerintahan, atau bahkan penyertaan modal untuk BUMN yang jumlahnya triliunan.

"Mengapa untuk itu semua negara bisa lakukan, meski juga diprotes sana-sini, sementara untuk mereka yang mengabdi sekian tahun hingga puluhan tahun kita tidak bisa selesaikan. Rasanya tidak elok dan ironis jika pejabat negara, menteri, pejabat eselon terima itu semua, BUMN disuntik modal triliunan rupiah, jika untuk selesaikan honorer berlarut-larut," tutur Jazuli.

Lebih lanjut Jazuli meminta Pemerintah melakukan penghematan secara besar-besaran agar permasalahan honorer segera teratasi. "Jika perlu saya dorong dana-dana tunjangan dan lain-lain itu dipangkas saja, dan gunakan dananya untuk menyelesaikan masalah honorer ini secara tuntas," tegas Jazuli.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPP PKS ini juga menyindir para menteri yang merasa nyaman menggunakan fasilitas negara, sementara PNS yang telah mengabdi bertahun-tahun tidak mendapat kepastian yang jelas.
"Jadi tidak ada alasan lagi pemerintah untuk tidak menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer ini," tutupnya disambut aplause dari para tenaga honorer yang memantau jalannya rapat dari balkon.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI

Soal Kenaikan Harga Gas, PKS: Pemerintah Jangan Terus Bebani Masyarakat


Jakarta (8/4) - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis mengatakan Pemerintah jangan menambah beban kepada masyarakat dengan menaikkan harga gas. Hal ini disampaikan Iskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM, di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung DPR RI, Rabu (8/4).

"Fraksi PKS DPR RI merekomendasikan kepada Menteri ESDM supaya tidak menaikkan harga gas, karena ini sama saja Pemerintah menambah beban yang berat kepada masyarakat," kata Iskan.
Menurut Iskan, ada dua hal yang menjadi alasan mengapa Fraksi PKS meminta Pemerintah untuk tidak menaikkan harga gas. Pertama, kata Iskan, soal waktu yang kurang tepat. Setelah masyarakat dibebankan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah seharusnya mengerti dengan kondisi masyarakat saat ini. 

"Pertama karena tidak tepat waktunya, saat ini tidak kondusif dari segi ekonomi dan finansial," ujarnya.
Kedua, lanjut legislator asal Sumatera Utara itu, kinerja kabinet dan pengelolaan migas yang belum efisien. "Jadi jangan sampai masyarakat mendapatkan dua problem sekaligus, problem eksternal dan internal sendiri," imbuhnya.

Menurutnya, saat ini juga manajemen perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertagas, PGN, dan Pertamina belum efisien. Sehingga, lanjut Iskan, tidak adil jika kelemahan manajemen dari negara dibebankan kepada masyarakat.
"Jadi sistem pengelolaan gas khususnya harus dikelola, dan itu sudah kita katakan beberapa tahun yang lalu supaya infrastruktur minyak dan gas dan juga energi-energi lain harus disiapkan oleh pemerintah. jadi berdasarkan hal itu tidak adil kalau masyarakat dibebankan dengan kenaikan itu," tegasnya.

Sebelumnya Pertamina menaikkan harga jual gas elpiji 12 kilogram pada awal April 2015. Kenaikannya berkisar antara Rp6.300 hingga Rp8.000 per tabung.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI

Semangat Pemberantasan Terorisme Jangan Sampai Timbulkan Ekses Negatif


JAKARTA (8/4) - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Almuzzammil Yusuf memberikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Namun, menurut Muzzammil, jangan sampai semangat BNPT dalam memberantas terorisme menimbulkan ekses negatif.

"Ekses negatif itu di era demokratisasi mungkin bisa muncul dan bisa lebih besar dari semangat positif ketika persepsi yang terbentuk di publik adalah apa yang terjadi akhir-akhir ini, yakni hanyalah mewakili perspektif barat dan agenda barat dalam memandang Islam. Sehingga perdebatan akhir-akhir ini tentang BNPT, Menkominfo, dan situs Islam itu saya kira memunculkan satu perspektif publik akan munculnya kembali phobia pada Islam," kata Muzzammil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan BNPT, di ruang rapat Komisi III, Gedung DPR RI, Rabu (8/4).

BNPT, lanjut Muzzammil, juga harus mempertimbangkan reaksi balik yang ada pada akhir-akhir ini yang justru kontraproduktif. Bahkan, reaksi balik itu muncul dari kelompok yang seharusnya menjadi mitra BNPT dalam memberantas terorisme.
"Tidak mungkin BNPT menyampaikan persoalan ini tanpa bantuan tokoh-tokoh umat itu sendiri. Tema deradikalisasi itu kan penyadaran, dan penyadaran itu harus jadi gerakan massal partai-partai, ormas, tokoh, dan masyarakat Indonesia, karena menjadi bagian yang integral bersama BNPT, dan ini bukan kerja sederhana dan bukan kerja singkat," ujar Muzzammil.

Oleh karena itu, kata Muzzammil, dengan segala semangat yang ada, strategi BNPT yang integral, profesional, efektif dan tidak kontraproduktif itu menjadi sebuah keniscayaan.
"Tanpa itu saya katakan tadi justru efek negatifnya lebih besar. Strategi yang integral, profesional, dan efektif itu manakala kita bisa menempatkan definisi teroris tidak semata-mata dan seakan-akan tertuduh pada posisi umat Islam yang mayoritas, karena definisi Undang-Undang (UU) kita, yakni BNPT dan kita semua harus menjalankan UU No 15 Tahun 2003," tegas Muzzammil.

Lebih lanjut Muzzammil menjelaskan, dalam UU tersebut tidak ada nuansa yang menjelaskan bahwa seakan-akan persoalan pada dimensi kelompok Islam semata, sehingga perhatian BNPT pun perlu untuk mengkaji bagaimana situs komunisme dan situs separatisme.

"Jika kita profesional, harusnya pada saat yang sama juga BNPT perlu berbicara situs komunis ada, situs separatis ada, yang tidak kalah dahstyat membahayakan negara ini, dengan simbol-simbol benderanya, dengan simbol-simbol perlawanannya, bersenjata, sehingga dipersepsi sebagai suatu sikap yang integral, profesional, dan seimbang," imbuh Muzzammil.

Maka jika tidak ada tindakan dari Pemerintah terhadap situs-situs komunisme dan separatisme, menurut Muzzammil, maka misi pemerintah sekarang ini patut dipertanyakan.
"Pemerintahan sekarang ini menbawa misi apa? Itu menjadi tafsiran berikutnya," tanya Muzzammil.
Selain itu, Muzzammil juga mengatakan, perdebatan akhir-akhir ini perlu disikapi dengan bijak oleh semua termasuk BNPT untuk mengoreksi kembali kerja-kerja yang telah dilakukan.
"Sehingga rel kerja integral, profesional, dan efektif BNPT bisa dilakukan ke depan tanpa melakukan kontaproduktif," pungkas Muzzammil.

Sumber: Humas Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI

Dunia Penerbangan Nasional Masih Memprihatinkan

JAKARTA (9/4) – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi penerbangan di Indonesia. Menurutnya, beberapa kejadian di dunia penerbangan sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dilantik, justru mencoreng nama baik Indonesia di dunia penerbangan.

"Di Hari Penerbangan Nasional hari ini, kita justru prihatin terhadap penerbangan kita, karena belum genap 6 bulan pemerintahan Jokowi sudah menghadapi beberapa peristiwa yang mencoreng nama baik penerbangan kita," kata Yudi disela-sela pertemuannya dengan konstituen daerah pemilihannya, di ruang rapat Fraksi PKS, Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/4).

Peristiwa yang telah mencoreng nama baik penerbangan di Indonesia, lanjut Yudi, yaitu peristiwa jatuhnya Air Asia, terlambatnya pesawat Lion Air yang menyebabkan amuk penumpang dan aksi penyusupan Mario Steven Ambarita (21) ke ruang roda pesawat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Jelas beberapa  kejadian ini merupakan kejadian yang mencoreng nama baik Indonesia di dunia penerbangan, di saat dunia penerbangan kita tengah bergeliat untuk tumbuh," tegas Yudi.
Menteri Perhubungan (Menhub), kata Yudi, harus bertanggungjawab terhadap dunia penerbangan nasional dengan melakukan langkah-langkah dan tindakan yang efektif. "Ini merupakan pertaruhan pada Menteri Perhubungan," ujar Yudi.

Lebih lanjut politisi PKS yang terpilih dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini juga mengatakan, beberapa langkah Menhub mengatasi permasalahan di dunia penerbangan nasional, belum membuahkan hasil menggembirakan.

"Baik itu rotasi pejabat, kemudian kebijakan-kebijakan yang sifatnya mengguncang dunia penerbangan ternyata tidak menghasilkan kemajuan dalam hal keamanan dan keselamatan dunia penerbangan," papar Yudi.

Oleh karenanya, masih kata Yudi, perlu dilakukan audit baik di Kementerian Perhubungan maupun industri penerbangan pada umumnya.

"Karena seperti kita ketahui, di akhir 2015 ini kita akan menerapkan kebijakan Open Sky Policy, dimana persaingan bisnis penerbangan tidak saja ada di Indonesia, tapi di Asia Tenggara, kemudian Asia secara umum dan dunia, dan kalau kita tidak mampu melakukan pembenahan, maka kita hanya jadi konsumen saja, dan masyarakat Indonesia hanya menjadi penumpang saja di dunia penerbangan ini," pungkas Yudi.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR-RI

Met Ultah ya ...#PKSweet17

Udah abege nih sekarang? So sweet deh kamu. Insya Allah - semoga istiqomah - sepekan sekali aku ngapelin kamu. Kita pacaran di forum halaqoh, atau Taklim Rutin Partai, atau apa pun namanya pokoknya ketemuan dengan kamu. Pacaran yang kita buka dengan baca basmalah, tilawah Al-Qur'an, taushiyah dari pembina, diskusi, setor hafalan Qur'an, dan banyak lagi agenda pacaran sepekan sekali itu. Lucu ya gaya pacaran kita?

Gak nyangka kamu udah gede. Usia remaja, tapi tingkah dewasa. Saat orang-orang ngejekin kamu, eh kamunya malah tetep berbuat baik sama mereka. AYTKTM kata kamu. Apaan tuh? Oh rupanya Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani. Eciyee...

Kamu kan udah gede. Cita-cita kamu mau jadi apa sih? "Terwujudnya Masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat," jawab kamu. Kali ini aku harus bilang wow. Lalu kamu menjelaskan lagi, "Kami mencitakan Indonesia menjadi negara kuat yang membawa misi rahmat keadilan bagi segenap umat manusia, agar bangsanya menjadi kontributor peradaban manusia dan buminya menjelma menjadi taman kehidupan yang tenteram dan damai." Wuiiih... gak kuku dengernya...
Usia kamu kan masa puber. Abege gitu loh. Tapi kok wajah kamu terawat sih? Ada jerawat gak sih?
Oh rupanya ada.. Namanya perubahan hormon, wajar ada jerawatnya. Tapi gak rame kayak wajah temen kamu. Jerawat itu muncul karena ada oknum yang gak bisa tahan dengan godaan duniawi. Akhirnya muka kamu juga yang tercoreng, karena kemunculan beberapa titik jerawat.

Cuma, kamu tuh unik. Jarang-jarang ada jerawat, sekali jerawatan bikin heboh. Jarang ada jerawat, sekali tumbuh satu jerawat langsung dicap kalo muka kamu tuh gudangnya jerawat. Kan gak adil ya kan? Padahal yang laen kalo tumbuh jerawat di mukanya udah dianggap biasa aja.

Ya tapi, idealnya muka kamu tuh tetep dijaga kebersihannya. Pembinaan untuk kader kamu harus diperkuat, supaya mereka gak bikin jerawat karena ulahnya. Gak bikin jerawat karena korupsi padahal dikasih amanah yang berat, gak bikin jerawat karena perbuatan yang gak bermoral, de el el.
Terus, di usia ini kamu mau ngapain? Apa masih mau nyelenggarain baksos? Masih mau nyelenggarain bazar murah buat tetangga? Masih mau nolongin korban bencana?

Itu bagus lho.. Jangan berubah ya! Kalo aku boleh kasih saran, kamu harus makin bisa beradaptasi sama perubahan. Soalnya dunia politik di Indonesia itu luar biasa revolusioner kondisinya. Tapi adaptasi itu bukan dengan mengorbankan nilai yang prinsip lho..!! Catet itu!
Terus, kader kamu tuh jangan norak deh di socmed. Dapet berita yang belum terkonfirmasi/terklarifikasi, udah maen sebar aja. Kan giliran berita itu ketauan hoax, kamu juga yang disorakin.

Qiyadah kamu juga, jangan sampe meninggalkan kehidupan yang sederhana dan membersamai rakyat. Jangan sampe tampilannya ada jarak deh dengan rakyat biasa. Rakyat di sini tuh gak suka dengan penampilan pemimpin yang parlente.

Pejabat publik kamu, jangan suka lemparin statement yang rawan bully. Harus dijaga omongannya di depan wartawan. Tauk aja kalo wartawan di sini suka melintir kata-kata.

Eh.. kepanjangan nih ucapan selamat ultahnya. Cieee ultah nih cieeee... selamet ya..! barokallahu fii umriik. Amiin
#PKSweet17

Zico Alviandri

Foto: Tweet @malakmalakmal (7 April 2015: 20.48)
www.pks.id

Ma'mur Hasanudin,Pejuang Petani dan Nelayan itu wafat

JAKARTA (6/4) - Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Senin, 6 April 2015 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kehilangan salah satu kader terbaiknya, Ketua Bidang Wilayah Daerah Banten dan Jawa Barat (Wilda Banjabar) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Ma’mur Hasanudin.


Pria yang akrab disapa Ustadz Ma’mur tersebut meninggal dunia pada pukul 10.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Selain mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Wilda Banjabar, Ustadz Ma’mur juga Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS.

“Seluruh Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKS berduka cita atas wafatnya kader terbaik kami, H. Ma’mur Hasanudin (DPR 2014-2019). Mohon doa saudara-saudaraku semua,” tulis Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini melalui akun twitternya @JazuliJuwaini.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pewarta, Almarhum Ustadz Ma’mur dishalatkan di Komplek DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan, pada pukul 14.00 WIB. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Kampung Pasircabe, Subang, Jawa Barat.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah wafat Ustadz Ma’mur Hasanudin pukul 10.30. Insya Allah akan disholatkan di Masjid Al Amin, Komplek DPR pukul 14.00,” jelas akun twitter @hadimulyadi68 yang merupakan milik Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Hadi Mulyadi.

Sejumlah tokoh maupun dewan pengurus PKS, baik pusat, wilayah, hingga daerah, melakukan takziah ke kediaman Ustadz Ma’mur di Komplek DPR RI, Kalibata. Beberapa diantaranya menyampaikan bela sungkawa melalui akun media sosial.
“Semoga Allah luaskan kuburnya, diterima seluruh ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya dan dimasukkan ke surga-Nya, dan keluarga besar diberikan kesabaran. Aamiin… Ustadz Ma’mur Hasanudin guru dan sahabat yang luar biasa. Saya sangat kehilangan,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI dalam akun Facebook-nya, Yudi Widiana Adia. 

Ma’mur Hasanudin lahir di Tasikmalaya, 19 Desember 1959. Direktur World Assembly of Moslem Youth (WAMY) untuk Indonesia periode 1992-2004 itu merupakan legislator PKS dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II, meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Selama menjadi Anggota DPR RI (2009-2015), Ustadz Ma’mur diamanahkan pada komisi yang membidangi masalah pertanian dan kelautan.

Menurut Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Shiddiq, Almarhum yang meninggalkan seorang isteri, Anni Rosyidah, dan 7 orang anak tersebut, dikenal sebagai anggota dewan yang kritis dan banyak memberikan kontribusi bagi Kementerian Pertanian dan Kelautan.
“Beliau juga banyak membantu masyarakat di daerah pemilihannya dan di luar daerah pemilihannya, khususnya petani dan nelayan. Indonesia akan merindukan sosok seperti Almarhum H. Ma’mur Hasanudin,” kata Mahfudz melalui siaran persnya, Senin (6/4).

Selamat jalan Ustadz Ma’mur. Semoga segala amal ibadah dan perjuangan dakwah Almarhum diterima dan ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin

www.pks.id

Fraksi PKS Gairahkan Semangat Nasionalisme Melalui Tulisan

JAKARTA (2/4) - Berkembangnya paham radikalisme di sebagian kalangan umat beragama di Indonesia mesti disikapi dengan bijak. Fraksi PKS DPR RI menggelar lomba penulisan bertema kebangsaan untuk mencegah paham radikalisme.


Dengan mengambil tajuk 'Nasionalisme Indonesia Menjawab Tantangan Global', Fraksi PKS meyakini bahwa lebih banyak orang Indonesia yang mencintai negerinya daripada 'menjual' negara hanya demi pemahaman sempit baik kedaerahan atau keyakinan agama.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan, latar belakang lomba karya tulis kebangsaan ini diantaranya adalah globalisasi yang menjadi salah satu tantangan terbesar nasionalisme setiap bangsa. Selain itu, lomba ini juga diadakan untuk memperingati ulang tahun PKS ke-17.
"Oleh karena itu, tujuan dari diselenggarakannya lomba penulisan kebangsaan ini diantaranya adalah membangkitkan semangat jiwa nasionalisme Indonesia di tengah arus globalisasi. Selain itu, Fraksi PKS ingin ikut serta mengokohkan nilai-nilai agama sebagai perekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," sebut Jazuli dalam keterangannya, Kamis (2/4).

Ada beberapa tema dalam lomba karya tulis kebangsaan ini. Diantaranya 'Karakteristik Demokrasi Pancasila', 'Peran Generasi Muda dalam Menjaga Keutuhan NKRI', dan beberapa tema lainnya.
Peserta lomba karya tulis kebangsaan ini terbagi ke dalam tiga kategori. Pertama, kategori pelajar dan mahasiswa. Kedua, kategori wartawan. Ketiga, kategori ibu rumah tangga. Ketika ditanya mengenai mengapa ibu rumah tangga masuk dalam kategori peserta lomba karya tulis kebangsaan ini, Jazuli dengan tegas tidak ingin menafikan peran mereka sebagai faktor ketahanan keluarga Indonesia.
"Jangan salah, ibu rumah tangga memiliki peran yang sangat vital dalam ketahanan republik ini. Jangan nafikan peran mereka," kata Jazuli.

Dewan juri untuk lomba karya tulis kebangsaan ini terdiri dari unsur ahli (LIPI, Lemhanas, TNI, POLRI, dan Budayawan) dan unsur Anggota Fraksi PKS (Hidayat Nur Wahid, Soenmandjaya Rukmandis, dan Adang Daradjatun). Waktu pengiriman tulisan dibuka tanggal 1 April dan ditutup tanggal 21 april 2015.

Seluruh warga negara Indonesia, lanjut Jazuli, dapat mengikuti kegiatan ini dan mengakses syarat serta ketentuannya di website Fraksi PKS, yaitu fraksidpr.pks.id. "Kami undang pelajar, mahasiswa, profesional, petani, pekerja, ibu rumah tangga dan lainnya untuk mengirimkan karyanya ke panitia lomba," tukasnya.

www.pks.id

Kokohkan Pembinaan Perempuan,PKS Dungingi-KotaBarat Gelar Silaturrahmi Majelis Taklim

DUNGINGI - (5/4) Untuk merealisasikan program pengokohan keluarga, Bidang Perempuan DPD Kota Gorontalo melalui Rumah Keluarga Indonesia (RKI) menyelenggarakan agenda silaturrahmi dan konsolidasi majelis taklim yang dibina oleh Pos Wanita Keadilan di tiap Kecamatan. Kali ini DPC Dungingi yang menyelenggarakan kegiatan tersebut pada Ahad, 5 April 2015 kemarin.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Gorontalo Nuriati,S.Pd yang menegaska  tentang pentingnya perempuan dalam mengorganisir seluruh potensi dirinya untuk menjaga ketahanan keluarga. "Perempuan memiliki tanggungjawab besar dalam menyiapkan generasi terbaik masa depan,maka pertahanan keluarga harus diperkokoh dari berbagai arus negatif dari luar yang bisa  merusak generasi penerus kita,"ungkapnya. Nuriati juga mengatakan PKS melalui RKI dan program-programnya akan senantiasa melakukan pembinaan terhadap perempuan dan remaja.

Silaturrahmi kali ini, selain mendapatkan taushiyah keluarga dari konsultan RKI Kota Gorontalo, juga menjadi ajang silaturrahmi antara ibu-ibu majelis taklim yang tersebar di Kecamatan Dungingi dan Kota Barat. (Ais)

Tambah Kader, PKS Boalemo Lakukan Konsolidasi bersama Caleg PKS 2014

Tilamuta - (4/4) Agenda konsolidasi dan pembinaan terus dilakukan oleh DPD PKS Boalemo. Kali ini DPD PKS Boalemo melakukan konsolidasi dan silaturrahmi bersama para caleg Pemilu 2014 kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di Kota Tilamuta Sabtu, 4 April 2015 kemarin ini dihadiri juga oleh Ilham Kuntono aleg PKS DPRD Provinsi dapil Boalemo-Pohuwato dan Aswan Djamaluddin aleg DPRD Boalemo dapil Tilamuta cs.

Acara dibuka langsung oleh Ketua DPD PKS Boalemo Ir.Rosmila Sukriyanti Lihawa, dalam sambutannya Rosmila menyampaikan perlunya sinergitas antara struktur,para caleg 2014,aleg dan kader PKS terhadap target pertumbuhan dan perkembangan kader PKS di Kabupaten Boalemo. Rosmila juga menegaskan tentang kerja-kerja legislasi dan advokasi aleg kepada konstituen penting di dukung oleh semua elemen dalam PKS."Caleg dan aleg 2014  adalah representasi dari dukungan masyarakat kepada PKS. Tentunya dapat membantu peningkatan jumlah kader PKS,"tegas Rosmila.

Pada sessi lain aleg PKS Ilham Kuntono dan Aswan Djamaluddin juga menyampaikan berbagai perkembangan terkait kinerjanya di DPRD. Forum semiformal tersebut bisa dikatakan temu kangen caleg 2014 berlangsung akrab penuh canda dan tawa. Acara diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk pemenuhan target program DPD PKS Boalemo tahun 2015. (Lilan)

Top